MEDAN —  kabardepan.Com ||Dewan Pers menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tahun 2026 untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara, yang berlangsung di Hotel Emerald Garden, Jalan Putri Hijau, Medan Barat,

pada Kamis hingga Jumat, 8–9 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti sebanyak 53 wartawan dari berbagai media di seluruh Sumatera Utara, terbagi dua lembaga penguji: 29 peserta melalui Lembaga UKW PWI dan 24 peserta melalui Lembaga UKW Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

 

Kegiatan dibuka langsung oleh Anggota Dewan Pers, Yogi Hadi Ismanto, yang menyampaikan arahan sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan profesionalisme wartawan dalam menjaga kualitas pemberitaan.

 

“UKW bukan sekadar ujian, melainkan wujud nyata komitmen untuk menjaga kualitas, integritas, dan kredibilitas jurnalisme di Sumatera Utara,” ujar Yogi dalam sambutannya.

Pelaksanaan ujian dibagi menjadi dua lembaga penguji, yaitu Lembaga UKW PWI dan Lembaga UKW Universitas Prof. Dr.Moestopo.

Sembilan penguji ditugaskan untuk memfasilitasi jalannya ujian yang mencakup kompetensi dasar hingga keterampilan teknis jurnalistik. Sebanyak sekitar 20 narasumber juga terlibat dalam rangkaian proses pengujian,

dengan sesi wawancara yang dilakukan secara jarak jauh melalui WhatsApp agar kegiatan berjalan tertib dan tepat waktu.

 

Peserta diwajibkan hadir pukul 07.30 WIB untuk melakukan registrasi sebelum memasuki rangkaian ujian yang berlangsung sepanjang hari.

Pada hari kedua, Jumat (9/10/2026), kegiatan ditutup dengan pengumuman hasil ujian. Wakil Ketua Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Prof. Dr. Moestopo sekaligus Koordinator Penguji, Dr. Dra. Retno Intani ZA, M.Si,

menyampaikan hasil sebagai berikut:

 

– Peserta hadir: 23 orang

 

– Tidak hadir: 1 orang

 

– Kompeten: 21 orang

 

– Belum kompeten: 2 orang

 

Dalam sesi penutupan juga turut hadir Koordinator Penguji dari Lembaga UKW PWI, Nur Kholis, serta mewakili Dewan Pers, Agus Lukman Amsal.

 

Retno Intani menjelaskan bahwa Universitas Prof. Dr. Moestopo mulai ditetapkan sebagai LUKW sejak tahun 2017 dan hingga saat ini telah menyelenggarakan UKW sebanyak 72 kali.

 

“Meski terlihat sedikit, namun jumlah kegiatan ini menjadi sumbangan Moestopo untuk mencerdaskan kehidupan pers di Indonesia,” ujarnya.

 

Apresiasi kepada Penguji dan Harapan ke Depan

Salah satu peserta, Hasudungan Agus Simanjuntak dari Aktualonline.co.id, menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini yang hadir jauh dari Kabupaten Toba

“Kesempatan ini sangat berharga. Selain menguji kemampuan diri, UKW menjadi tolak ukur sekaligus penyemangat agar kami terus belajar dan bekerja sesuai standar profesi yang benar,” ungkapnya.

 

Apresiasi dan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh tim penguji, khususnya kepada Dr. Roy Tumpal Pakpahan, atas dedikasi, bimbingan,

kontribusinya dalam mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme wartawan pada UKW Angkatan ke-72.

Peran penguji dinilai sangat penting dalam menjaga proses pengujian berjalan secara profesional, objektif, dan berpedoman pada Peraturan Dewan Pers Nomor 3/Peraturan-DP/XI/2023 tentang Standar Kompetensi Wartawan.

 

UKW bukan sekadar syarat memperoleh predikat kompeten, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan membangun wartawan yang berintegritas,

menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, serta mampu menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.(H.S)