Kabardepan.com., humbahas –

Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H., meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Merah Putih yang berlokasi di Parratusan, Dusun Lumban Tongatonga, Desa Tapian Nauli, Kecamatan Lintongnihuta, pada Jumat (16/10/2026). Pembangunan ini merupakan wujud nyata sinergi antara TNI bersama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan demi meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Jembatan beton yang sedang dibangun ini direncanakan memiliki spesifikasi panjang 12 meter, lebar 4 meter, dengan kapasitas beban mencapai 8–10 ton. Jembatan baru ini akan menggantikan jembatan lama yang sudah mengalami kerusakan, yang selama ini memaksa warga menggunakan jembatan darurat yang kurang aman untuk melintas. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 30 persen.

Jembatan ini bukan sekadar struktur penghubung — ia merupakan akses utama menuju Kantor Desa Tapian Nauli, lembaga pendidikan PAUD, serta kawasan permukiman warga dan lahan pertanian sekitarnya. Penyelesaian jembatan ini akan sangat membantu kelancaran aktivitas harian warga, pengangkutan hasil tani, serta mobilitas sosial masyarakat di Desa Tapian Nauli dan sekitarnya.

“Kami berharap pembangunan jembatan ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga dapat segera dimanfaatkan dengan aman oleh seluruh masyarakat. Infrastruktur yang baik adalah kunci kemajuan dan kemudahan hidup warga,” ujar Bupati Dr. Oloan P. Nababan saat meninjau lokasi.

Masyarakat setempat menyambut baik pembangunan ini dan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dan jajaran TNI atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Kehadiran jembatan ini diharapkan menjadi jembatan harapan yang menghubungkan warga menuju masa depan yang lebih sejahtera.

Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan ini, Sekretaris Daerah Humbang Hasundutan Chiristison R. Marbun, Staf Ahli Bupati Marusaha Nababan, Kepala Satpol PP Andi S. Sihombing, Kepala Diskominfo Adrianus Mahulae, Camat Lintongnihuta Bahara Hutasoit, serta tokoh masyarakat dan warga setempat. (@Domu)