KABARDEPAN.COM, SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir terus memperkuat pengembangan bawang putih sebagai salah satu komoditas unggulan pertanian daerah. Upaya tersebut kembali diwujudkan melalui penyerahan bantuan 4 ton benih bawang putih beserta sarana produksi pertanian kepada dua kelompok tani di Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Selasa (28/7/2026).

Bantuan yang bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia itu diserahkan langsung oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom. Program tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong swasembada pangan nasional melalui pengembangan komoditas bawang putih.

Bantuan diberikan kepada Kelompok Tani Hariara Makmur untuk pengembangan lahan seluas 1 hektare dan Kelompok Tani Saut Tani untuk lahan seluas 4 hektare. Dengan demikian, total lahan yang dipersiapkan untuk pengembangan bawang putih mencapai 5 hektare.

Selain 4 ton benih bawang putih, kelompok tani juga menerima 50 rol mulsa, pupuk ZA sebanyak 1,75 ton, pupuk SP-36 sebanyak 1,75 ton, pupuk KCL sebanyak 2 ton, serta lima paket pestisida.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap petani sekaligus peluang bagi Kabupaten Samosir untuk ikut mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor.

“Kebutuhan bawang putih di Indonesia mencapai sekitar 600 ribu ton setiap tahun, sementara sekitar 80 persen masih dipenuhi melalui impor. Ini menjadi peluang besar bagi daerah yang memiliki potensi seperti Kabupaten Samosir,” ujar Vandiko.

Ia menyebutkan, di Sumatera Utara terdapat tiga kabupaten yang dinilai cocok untuk pengembangan bawang putih, yakni Kabupaten Humbang Hasundutan, Samosir, dan Pakpak Bharat.

Menurut Vandiko, apabila pengembangan bawang putih dilakukan secara serius dan berkelanjutan, komoditas tersebut berpotensi memberikan dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pengembangan ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten Samosir, tetapi juga berpotensi memasok kebutuhan Provinsi Sumatera Utara bahkan nasional,” katanya.

Vandiko menilai bawang putih memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan manfaat yang luas, mulai dari kebutuhan konsumsi hingga sektor kesehatan dan industri.

Karena itu, ia meminta seluruh kelompok tani memanfaatkan bantuan pemerintah secara maksimal serta mengikuti pendampingan yang diberikan.

“Bawang putih memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan manfaatnya sangat banyak. Karena itu saya mengajak seluruh kelompok tani agar memanfaatkan bantuan ini dengan sungguh-sungguh. Mari kita tanam dengan baik, jangan ragu, program ini harus berhasil. Pemerintah Kabupaten Samosir akan terus memberikan pendampingan kepada petani,” tegasnya.

Vandiko juga mengingatkan kelompok tani agar tidak menjual benih yang telah diberikan pemerintah. Bantuan tersebut, kata dia, harus digunakan sesuai peruntukannya untuk mengembangkan pertanaman bawang putih.

“Jangan menjual benih yang diberikan pemerintah. Manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi kelompok tani. Jika program ini berhasil, tentu akan terus kita dorong pengembangannya,” ujarnya.

Ia juga berharap pengembangan bawang putih di Samosir dapat berkembang secara berkelanjutan hingga suatu saat Presiden Prabowo Subianto dapat melihat langsung hasil pengembangan komoditas tersebut.

DPRD Apresiasi Pengembangan Bawang Putih

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Samosir, Parluhutan Samosir, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian, khususnya pengembangan bawang putih.

Menurutnya, bawang putih merupakan komoditas yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan karena menjadi salah satu kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Bawang putih adalah tanaman emas. Kebutuhannya tinggi dan harga jualnya baik. Harapan kita, bantuan ini tidak hanya berhenti pada penyediaan benih, tetapi mampu menghasilkan produksi yang dapat memenuhi kebutuhan pasar dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Parluhutan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hariara Makmur, Joni Pasaribu, menyampaikan terima kasih atas bantuan dan kepercayaan yang diberikan kepada kelompoknya.

Ia memastikan bantuan tersebut akan dikelola secara maksimal dan menjadi motivasi bagi para petani untuk menghasilkan pertanaman bawang putih yang berhasil.

“Kami akan mengelola bantuan ini dengan penuh tanggung jawab. Kami berharap terus mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Samosir sehingga kelompok kami dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya dalam pengembangan bawang putih,” ungkap Joni.

Kepala Dinas Ketapang, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom, menegaskan pihaknya akan terus mengawal petani mulai dari proses penanaman hingga panen.

Pendampingan tersebut dilakukan agar pengembangan bawang putih dapat berjalan optimal dan menghasilkan produksi sesuai dengan yang diharapkan.

Melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Samosir dan Kementerian Pertanian RI, pengembangan bawang putih diharapkan terus berkembang sebagai komoditas unggulan daerah.

Selain mendukung program swasembada pangan nasional, pengembangan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani di Kabupaten Samosir. (Redentus Simanjuntak)