KABARDEPAN.COM, SAMOSIR – Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya di Kawasan Danau Toba. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadirannya pada Pagelaran Opera dan Konser Musik Tona Sian Huta yang diprakarsai Persatuan Artis Batak Indonesia (PARBI).
Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (11/7/2026), dan dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya, Anggota DPR RI Komisi VII Lamhot Sinaga, serta sejumlah kepala daerah dan tokoh masyarakat.
Bupati Vandiko mengatakan, pelestarian seni dan budaya Batak tidak hanya penting sebagai upaya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Danau Toba.
Dalam sambutannya, Vandiko mengapresiasi kehadiran Menteri Ekonomi Kreatif RI dan berharap pemerintah pusat memberikan dukungan nyata terhadap penguatan ekosistem ekonomi kreatif di kawasan tersebut.
Menurutnya, Danau Toba sudah saatnya memiliki opera house sebagai pusat pertunjukan seni dan budaya yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh para pelaku ekonomi kreatif.
“Kami berharap dukungan dari Bapak Menteri Ekonomi Kreatif agar di kawasan Danau Toba dapat dibangun sebuah opera house seperti yang telah ada di beberapa negara. Dengan demikian, para pelaku ekonomi kreatif dapat menampilkan pertunjukan seni dan budaya secara berkelanjutan yang berdampak terhadap pertumbuhan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Vandiko.
Selain itu, Vandiko juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Komisi VII, Lamhot Sinaga, atas inisiasinya menyelenggarakan pagelaran seni dan budaya tersebut. Ia berharap Tona Sian Huta dapat menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan secara bergilir di seluruh kawasan Danau Toba sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sementara itu, Lamhot Sinaga menegaskan bahwa Opera Batak merupakan aset budaya yang harus diselamatkan dari ancaman kepunahan. Menurutnya, dalam lebih dari empat dekade terakhir, pertunjukan Opera Batak semakin jarang dipentaskan, padahal kawasan Danau Toba memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif, UMKM, pariwisata, dan seni budaya.
Ia menilai pelestarian budaya melalui pagelaran opera rakyat menjadi langkah strategis untuk membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Batak sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda dan dunia internasional.
Mengusung tema “Dari Danau Toba untuk Dunia”, pagelaran ini membawa semangat memperkenalkan budaya Batak ke tingkat global serta menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat di delapan kabupaten kawasan Danau Toba.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa Sumatera Utara, khususnya Kawasan Danau Toba, memiliki kekayaan budaya dan potensi ekonomi kreatif yang sangat besar. Namun, menurutnya, pengembangan sektor tersebut memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi yang kuat untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif, UMKM, dan seni budaya. Kami mengucapkan selamat atas penyelenggaraan Pagelaran Opera dan Konser Musik Tona Sian Huta. Semoga kegiatan ini terus menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat pelestarian budaya sekaligus membuka peluang pengembangan subsektor seni pertunjukan, musik, fesyen, kuliner, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Menteri Ekraf.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Samosir didampingi Staf Ahli Bupati (SAB), Asisten II Hotraja Sitanggang, Asisten III Arnod Sitorus, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Immanuel Sitanggang, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Samosir. (Redentus Simanjuntak)






